29th September 2006, 01:40 pm
Sudah beberapa lama notebook Toshiba Satellite M35 saya menggunakan Compiz + XGL, beruntung Graphic adapter-nya menggunakan chipset nVidia sehingga banyak panduan di Internet tentang proses instalasinya.
Beberapa waktu yang lalu saya tertarik untuk upgrade ke fork Compiz + XGL yaitu Compiz-QuinnStorm tapi saya tidak pernah menemukan waktu luang untuk melakukannya. Sampai pada thread di mailing list tanya-jawab linux.or.id, tentang fork ini yang telah berubah nama menjadi Beryl. Setelah bertanya pada google tentang Beryl, sampailah saya di panduan menginstal berikut, beryl project wiki , dengan mudah upgrade saya lakukan terhadap instalasi Ubuntu Dapper Drake saya.
26th September 2006, 02:38 pm
Sudah umum bagi system Administrator untuk meng-clone hard disk sebagai cara cepat untuk menginstall PC. Pada umumnya menggunakan Ghost, tapi berikut saya bagikan cara untuk melakukannya dengan cara lain.
Metode ini menggunakan HDD USB External untuk boot Knoppix sekaligus menyimpan Image HDD yang akan ditransfer, dalam hal ini saya menggunakan External Case USB 2.0 dengan HDD notebook 20GB.
Continue reading ‘Cloning Windows XP dengan Knoppix Live USB HDD’ »
24th September 2006, 07:19 pm
Setelah beberapa lama saya memakai Toshiba Satellite M35, Dual Boot Windows XP Pro dan Ubuntu Dapper Drake, mulai terlintas di pikiran untuk meng-upgrade Hard Disk. Alokasi Hard Disk 20 GB XP, 19 GB Dapper dan 1 GB Swap sebenarnya sudah memadai, tapi keinginan memasukkan HDD 80 GB ke dalam notebook saya begitu besar.

Skema upgrade HDD yang saya pilih adalah berikut membeli HDD 80GB dan external case, kemudian menukar HDD 80 GB tersebut dengan HDD 40 GB bawaan notebook, sehingga saya akan memilik Notebook dengan kapasitas 80 GB dan External storage dengan kapasitas 40 GB. Tentunya hal tersebut harus dilakukan tanpa install ulang kedua Operating System.
Langkahnya adalah sebagai berikut:
Continue reading ‘Ganti Hard Disk’ »
24th September 2006, 11:59 am
Dewasa ini banyak layanan internet yang murah, layanan ini memiliki beberapa keterbatasan namun dengan applikasi - applikasi opensource kita dapat manfaatkan layanan tersebut untuk membangun sebuah Wide Area Network (WAN) yang aman untuk sebuah Enterprise dengan kantor cabang berjauhan secara geografis.
Dalam hal ini saya menggabungkan sebuah kantor pusat di Kawasan Kuningan Jakarta, kantor cabang masing-masing di Surabaya dan Medan, serta beberapa notebook roaming menjadi jaringan pribadi milik perusahaan.
Di kantor pusat kami pilih sebuah koneksi dedicated dengan link lokal (IIX) sebesar 512Kbps walau link internasional hanya 128Kbps, harga yang kami bayar untuk link seperti ini adalah 8jt per bulan diluar ppn. Di lokasi ini saya setup sebuah OpenVPN Server.
Di Surabaya kami gunakan layanan ADSL Unlimited Telkom Speedy, dengan 2jt sebulan kami dapatkan 64kbps upstream dan 384kbps downstream tanpa IP statis. Di sini saya tempatkan OpenVPN client. Pernah saya gunakan VPN IPSec ke kantor pusat dengan layanan Dynamic DNS, tapi banyak masalah saya temui dalam renew DNS name terutama karena modem ADSL-nya sering reconnect.
Di Medan kami gunakan layanan citilink.info, merupakan provider internet wireless, dimana dengan 800rb sebulan kami dapat layanan Shared 256kbps untuk pemakaian unlimited. Dari layanan ini kami bahkan tidak mendapatkan IP Public, sehingga kemungkinan melakukan koneksi net-to-net VPN hanya dengan OpenVPN, yang bisa bekerja di belakang NAT. Namun karena koneksi OpenVPN tersebut saya set untuk bekerja di port 1194 udp, maka saya minta ke ISP untuk membuka port tersebut di firewall mereka.
Untuk staff yang roaming bahkan dari luar negri. Saya gunakan koneksi OpenVPN net-to-host, dimana terinstal openvpn client di notebook Windows yang roaming tersebut.
20th September 2006, 11:44 am
Marhaban ya Ramadhan
"Ramadhan is a month whose beginning is Mercy, whose middle is Forgiveness and whose end is Freedom from the fire."
-Hadith of the Prophet Muhammad SAW
15th September 2006, 08:37 am
For some time now I’ve engaged Big.net.id (Bintaro Global Network) as an ISP at home… they are a Broadband Wireless Internet Provider… I subcribed to their personal package which is 1.000.000 IDR setup and 250.000 IDR monthly… the package is supposed to give 64 Kbps Int’l and 256 Kbps to the Indonesia Internet Exchange (IIX)…

So far its been sufficient… the CPE, which is a Senao radio and a Yagi antenna that they provide, drops off sometimes… but restarting it seems to do the trick…
A lot of online forums seems to criticize the level of service they provide… yes… technical support is not too friendly…
but for me… "apt-get install" at 30KB/s (thats Bytes) is more than enough… or is it because my house is close to their BTS…
Who knows… at least I’m happy…