I forget stuff… really!!!

Panggilan yang Mengganggu

Sering kali saya menerima telpon dari nomor ponsel tidak dikenal yang ujung2nya menawarkan kartu kredit ataupun layanan pinjaman lainnya…

Biasanya telpon seperti ini berlangsung sebagai berikut…

Penelpon : Halo bisa bicara dengan Bapak Wisudan…. (Biasanya penelpon agar canggung menyebut nama… Seperti sedang membaca)
Gue : Mau nawarin apa? (Nada sedikit marah…)
Penelpon : Kartu kredit dari bank… (Biasanya udah gelagepan…)
Gue : Saya tidak tertarik… (Masih dengan nada sama)
Penelpon : Tidak mau dicoba pak… (Masih ngeyel…)
Gue : Tidak! Jangan ganggu… (Nada lebih marah)
Penelpon : Baik pak makasih

Ada usulan berbeda untuk menerima panggilan mengganggu seperti ini?

  • aziz

    Ini selalu saya gunakan dan selalu berhasil. Yang terpenting, nada kita tidak usah marah-marah.

    Gue: [Mas|mbak]… Kita saling tolong menolong saja, anda nggak perlu buang-buang waktu nawarin ke saya sesuatu yang saya nggak minat dan bisa mengirit waktu trus nelpon list berikutnya, dan saya juga nggak keganggu oleh anda.

    Reaksinya macam-macam, ada yang bilang terimakasih, ada yang nggak ngomong apa-apa langsung nutup telepon… Tapi semuanya ber-ending sama: telepon cepat selesai.

  • sekilas bagus tuh cara anda… oke saya coba…

  • Adahhendra

    bisa menggunakan software handphone untuk ngeblacklist nomer telpon yang masuk yang tidak dikenali.

  • Ariwijaya

    Bilang, mas Wisu.
    “Saya butuhnya kartu Debit, Mbak ”
    Atau jika menawarkan KTA, Kredit Tanpa Agunan, bilang saja,
    “Saya butuh, Kredit Tanpa Angsuran”, KTA juga kan ?
    Dengan nada datar dan wajah tetap senyum.
    Walau tidak terlihat oleh mereka, semoga menentramkan mereka…

    Memang salah satu modal ‘jualan’ adalah nekat. Berbagai cara mereka tempuh, yang pada akhir tujuannya adalah ‘strike’. Mereka akan mencoba menciptakan banyak ‘call’, dengan harapan 1-2 strike. Ya, siapa tahu.
    Berharap juga yang strike bisa segera dikonversikan dengan sejumlah uang/bonus/fee.

    Penawaran kartu kredit juga sudah dalam kategori nekat tadi. Nah, bagaimana cara menolak tapi energi dan emosi kita tidak terkuras. Kita juga harus punya trik, menolak yang menentramkan.

    Tetap senyum, walau ‘diganggu’. Semoga dengan senyuman dan nada datar (minimal), kita juga turut empati atas tugas mereka sebagai salesman/salesgirl.

    Semoga bermanfaat.

  • Putriku_nayla

    Penelpon : Halo bisa bicara dengan Bapak Wisudan…. (Biasanya penelpon agar canggung menyebut nama… Seperti sedang membaca)

    Gue : Mau nawarin apa? (Nada sedikit marah…)

    Penelpon : Mau nawarin kerjaan Pak…saya dari Head Hunter, Bapak familiar dengan Head Hunter ? wekeekkekek 😛 (dengan nada nuduh…)

    Gue : Saya tidak tertarik… (Masih dengan nada sama)

    Penelpon : Beneran ga tertarik ?, kenapa ga tertarik Pak ?… (Masih ngeyel…)

    Gue : Karena gue punya perusahaan Head Hunter!!!… (Nada lebih marah)

    Penelpon : OOO gt, kalo gt, saya ngelamar di tempat Bapak saja :P…. (kabooooooooorrrrr)

  • Huauhahahaha… 😛

Powered by Wordpress | Designed by Elegant Themes