Archive for the ‘Entertainment’ Category.

Woow!!!

I have never seen much of Indonesian Idol, but the commercial featuring this kid made me wonder…
Fortunately last night while watching the discussion between Roy Suryo and the Indonesian Blogger community,
I stumbled upon the clip @ Binus… and wow… This kid can sing….

A different taste from the original

From a different point of view… I think it’s a good idea to host my Videos on the IIX rather than youtube…
the bandwidth is far superior….

Fighting Dreamers!

We are Fighting Dreamers….

Thats how the catchy theme song of Naruto goes… My son loves it! Can’t blame him… it is very catchy… and now I have it as a ringtone :P

Home Video Editing di Linux

Aplikasi penyuntingan video di Linux yang saya sering pakai adalah mainactor nya mainconcept. Sayang sekali aplikasi ini proprietary dan tidak lagi di produksi oleh mainactor. Saya juga sempat mengisi petisi online agar komunitas bisa memperoleh source code aplikasi ini, namun sampai saat ini belum ada hasilnya.

Ada beberapa aplikasi serupa antara lain Cinelerra, Jahshaka dan Lives, tapi saya malah bingung dengan user interface dari masing2 aplikasi tersebut. Cinelerra yang dikatakan sudah mampu memberikan kualitas Broadcast justru sangat haus resource selain membingungkan. Beberapa hari yang lalu saya menemukan Kdenlive dan Pitivi. Keduanya merupakan aplikasi opensource dimana proses instalasi di Ubuntu cukup dengan perintah “apt-get install”.

Tujuan penyuntingan video yang biasa saya lakukan adalah home video untuk disimpan di HDD atau ditransfer ke VCD bahkan untuk di upload ke layanan seperti youtube.com atau layartancap.com. Perlu diingat jika semua hasil rekaman dipindah tanpa penyuntingan hasil akhirnya sangat membosankan, yang diperlukan sebenarnya hanya cuplikan2 yang menarik.

Dari pengalaman saya lebih mudah memindahkan hasil rekaman dari handycam miniDV yang dihubungkan dengan komputer Linux melalui antar muka Firewire, daripada harus memindahkan video dari kepingan DVD hasil DVD Camcorder.

Setup saya seperti berikut :

Workstation Setup

spesifikasi kernel, CPU dan RAM:

2.6.22-14-generic GNU/Linux
processor : 0 model name : AMD Athlon(tm) XP 2500+
MemTotal: 515840 kB

Langkah pertama adalah transfer RAW DV dari handycam ke PC, untuk itu saya gunakan Kino

wisu@biru:~$ sudo apt-get install kino dvgrab libraw1394-8

kemudian saya tambahkan username saya ke group disk

wisu@biru:~$ sudo adduser wisu disk

saya perlu Log-out dan Login ulang agar bisa aktif dalam group ini. Setelah itu saya siap mentransfer video ke PC Linux dengan kino

Kino

Tergantung dari jenis handycam anda dalam kasus saya tombol2 play ffwd dan rwnd dapat dikontrol dari kino, jika tidak bisa dikontrol dari kino maka anda perlu menekan tombol play di handycam untuk memaikan hasil rekaman. Saat hasil rekaman berjalan anda perlu menekan tombol merah (Capture) agar hasil rekaman dapat dicopy ke PC anda.

Hasil yang di capture oleh kino bisa di browse dari nautilus

Nautilus browse

karena saya memilih format RAW DV terdapat banyak file video beresolusi tinggi dengan extension .dv.

Langkah berikutnya adalah memasukkan gambar2 ke dalam aplikasi penyuntingan, disini aplikasi yang pertama kali saya coba adalah pitivi karena window manager saya gnome maka saya coba aplikasi ini terlebih dahulu.

wisu@biru:~$ sudo apt-get install pitivi

hasilnya :

Pitivi

Ternyata aplikasi ini terlalu sederhana, dimana hanya mampu menggabungkan beberapa video dalam satu timeline tanpa menyunting (terutama cut clip). Sekarang giliran saya mencoba kdenlive.

wisu@biru:~$ sudo apt-get install kdenlive

hasilnya :
kdenlive

Aplikasi ini jauh lebih bagus daripada pitivi, banyak fitur yang bagus dalam aplikasi ini. Saya bisa manfaatkan fasilitas multi track video dan audio, saya bisa cut clip dan mengaturnya dalam satu track atau beberapa track di dalam timeline, menambahkan audio dalam track audio. Ada fitur efek2 seperti transition fade dll, tetapi saya belum sempat mencoba masing2.

Selesai menyunting video hasilnya saya export ke format flv, sempat saya coba format mpeg tetapi rasio nya tidak proporsional. Proses export ini akan memakan resource yang cukup besar.

Hasil akhir saya upload ke youtube.com hingga hasilnya seperti berikut :

http://www.bigwisu.com/2007/11/03/gutsy-release-party-jakarta/

Bouncy Town

After a pretty tough week at the Office and a Release Party on Saturday, now its time to have fun with my son…

Two weeks ago I promised Bagus to visit Cartoon Network’s Bouncy Town, and finally I had the time to take him there… We headed off to senayan after Dzuhur… I hoped that it wouldn’t rain and that the cloudy weather would hold up… Just as we parked sunshine came out then it was hot weather all the way… Should have brought a cap along… O well… Bagus is eager to start playing… so off to the ticket box..

Entrance fee is 50.000 rups per person on holidays… a sign on a board said that all children must wear socks in the playground… which we didn’t bring along… as one might guess… this turns into an opportunity for others… where I found that some shops would sell socks for 20.000 rups along with other merchandises…

The games are fun… we didn’t try them all… perhaps going there earlier in the day would have been better… anyway… Bagus had a lot of fun and was very tired that he fell a sleep on the way home…

The Real Gutsy Gibbon

Or maybe a Gibbon with Guts…
while we wait for the release of Ubuntu 7.10… :D

Oriental Circus di Bintaro

Hari minggu kemaren saya sempatin ngajak Bagus jalan ke Oriental Circus Indonesia… Circus ini sepertinya keliling Indonesia dan kebetulan sedang mampir di Bintaro, tepatnya di sektor 7.

Overall… menurut saya acara yang dihadirkan oleh circus ini sangat menghibur… dan yang terpenting Bagus sangat terkesan dengan acara di circus ini… :D

Meng-Opensource-kan MainActor

MainActor adalah software video editing under linux yang paling user friendly, sangat cocok untuk home user dan video editing newbies seperti saya. Software ini adalah software propriety dari MainConcept.

Sayangnya MainConcept mengambil keputusan untuk menghentikan pengembangan produk ini. [1]

Untuk itu Etienne Savard mengorganisir sebuah petition untuk meng-opensource-kan MainActor
Petition ini bisa diakses dari http://www.ipetitions.com/petition/mainactor

MainActor

Transformers

Tadi malem gw sempetin ngajak Bagus nonton di 21 Cineplex Bintaro.. itung-itung hiburan di masa liburannya Bagus… yang kita tonton Transformers

Nontonnya agak nyebelin… beberapa kali layar cineplex ngeblank sampe 2 menit dengan tulisan “Maaf ada ganguan teknis”… tapi yang terpenting Bagus akhirnya seneng ama film-nya, “puas… puass… puasss….” beberapa kali dikatan…

Kalo nurut gw sih film nya mantab… banyak banget gadget2 dan pernak-pernik pesan2 sponsor… mulai Panasonic Toughbook, Cisco VOIP Phone, LCD Mac super gedhe, HP Nokia, Chevy Camaro, notebook HP, Macbook Pro, SDCard 2GB…

Yang agak aneh… adalah adegan dimana celana jeans bintang utama dilepas oleh robot… lucu sih… tapi giliran nongkrong di Camaro “Bumble Bee”… koq udah langsung dipake… kapan ngambilnya??? :P

Sobek - Sobek DVD

DVDne tak sobek - sobek… trus tak tonton nang dalan…. :D

Kurang lebih seperti itu yang sering saya lakukan untuk menghibur diri di tengah kemacetan jalanan Jakarta… kalau dilihat dari judul blog jelas saya menyadur “Tukul Arwana” tapi jika anda melihat paket software yang saya gunakan, istilah ini hanyalah terjemahan mentah dari Rip::DVD.

Proses installasi Rip::DVD sangat sederhana pada ubuntu feisty fawn anda tinggal lakukan

sudo apt-get install dvdrip

Jika anda memanage beberapa Linux Desktop seperti saya… anda bisa sedikit nakal dan membuat sebuah cluster… dengan demikian proses Transcode dilakukan oleh beberapa komputer sehingga speednya wuzz… wuzzz… wuzzzz….. :P

Screenshot-1