Sejak mengenal Ubuntu saya selalu mengambil waktu untuk sit back relax sambil meng-upgrade laptop saya ke versi terbaru… Dalam rilis kali ini saya sedikit reluctant mengingat Hardi Heron adalah versi LTS… karena pengaruh banyaknya kompor … akhirnya selasa kemaren saya putuskan untuk upgrade IBM saya ke Intrepid Ibex… seperti biasa saya memanfaatkan Repo yang ada di kantor… dan saya lakukan upgrade dari terminal…
Total proses hanya memakan 2 jam…
Asik khan… punya repo
setelah upgrade selesai T42p saya harus reboot… saya tidak menemukan perbedaan… Avio-GDM seperti biasa menyambut dengan hangat… saat masuk ke gnome desktop terus terang saya kaget… karena compiz-fusion langsung berjalan… padahal saya pakai kartu grafis ATI, dimana driver ATI Catalyst saya install melalui proses manual dari paket yang ada di website ATI… ngikut juga rupanya… saves me the trouble!
Hal baru yang saya temukan pertama adalah prism dengan beberapa paket WebApp yang sebelumnya saya temui di gOS kini hadir di Intrepid… asik nih…
wisu@wisu-T42p:~$ apt-cache search prism | grep WebApp
prism-facebook - Facebook WebApp for Prism
prism-google-analytics - Google Analytics WebApp for Prism
prism-google-calendar - Google Calendar WebApp for Prism
prism-google-docs - Google Docs WebApp for Prism
prism-google-groups - Google Groups WebApp for Prism
prism-google-mail - Google Mail (GMail) WebApp for Prism
prism-google-reader - Google Reader WebApp for Prism
prism-google-talk - Google Talk WebApp for Prism
prism-twitter - twitter WebApp for Prism
Hal kedua, yang saya coba keesokan harinya disela2 melihat hasil perolehan suara Barrack Obama, adalah hplip yang langsung mengenali fitur fax HP LaserJet m1522mf di kantor GLC Consulting… coba kirim fax dari computer
dan berikut reply dari perempuan manis penjaga AvantFax…
Hal ketiga… tetikus tak berekor saya ngambek … setelah lakukan sedikit pencarian ternyata masalahnya upstream di maintainer bluez… dan sudah didokumentasikan sebagai bug di
Dalam deployment OpenVPN istilah ini dikenal sebagai dukungan bagi prajurit kita yang sedang berjuang di jalan dalam menjalankan bisnis…
di executive lounge Hang Nadim Airport
di sebuah hotel di Bandung
Seperti terlihat di gambar diatas saya memanfaatkan koneksi internet melalui GPRS/3G/HSDPA dengan perangkat PCMCIA Modem… nggak sekeren Intruder V8-nya Mad Max ya… tapi dukungan yang dimaksud adalah kemampuan untuk akses resource yang ada di kantor secara aman…
Sekarang saya akan tunjukkan bagaimana mensetupnya dengan menggunakan IPCop, pertama kita akses menu OpenVPN di IPCop
Selanjutnya kita perlu Generate Root/Host Certificate
Setelah sukses membuat certificate service OpenVPN baru bisa bekerja…
Langkah selanjutnya adalah membuat sebuah konfigurasi client
kita pilih tipe koneksi RoadWarrior
Beri nama koneksi tersebut serta buat certificate untuk RoadWarrior tersebut
Selanjutnya konfigurasi tersebut bisa kita kontrol dan untuk mendownload konfigurasi dan certificate ke client bisa dilakukan sebagai berikut
Desktop ini sudah saya lengkapi dengan kartu PCI Firewire/IEEE1394, sehingga saya bisa dengan mudah menggunakannya untuk mengakses Handycam… namun setelah desktop tersebut saya ganti dengan notebook…
Saya harus mencari cara baru untuk memproses semua kenangan yang tersimpan di Handycam saya…
Minggu lalu sambil menunggu janjian ama temen di Poins Square… saya masuk ke sebuah toko yang kebetulan menjual Card IEEE1394 dalam bentuk PCMCIA… setelah diijinkan mencoba… perangkat tersebut saya insert ke notebook dan output dmesg cukup menggembirakan… akhirnya saya tawar dan harga pun turun 15 rb menjadi Rp 120.000,-…
Sampai dirumah saya mencoba menggunakannya untuk mendownload rekaman Halal-bi-halal Kompleks STIE Perbanas…
Dan perangkat murah ini ternyata memuaskan sekali… malah kontrol2 Play, Pause, Forward dan Rewind semua bisa dilakukan dengan baik dari kino…
Sudah seminggu ini saya sedang mencari sebuah notebook… Ada beberapa syarat yang saya patok
1. No OS -> karena notebook tersebut akan saya pakai sendiri… ada perasaan sayang kalo mesti beli sebuah OS dan ujung2 nya nggak saya pakai…
2. Konektifitas Wifi dan Bluetooth -> haree gini…
3. Prefer yang agak kecil…
4. Keren juga kalo ada kameranya…
5. RAM minimum 1GB
Minggu lalu akhirnya saya putuskan membeli IBM T42p… Ya… ya… ya… syarat nomor 3 jelas tidak terpenuhi… malah justru ukurannya yang 15 inch agak penuh di tas saya… tapi resolusinya itu loh… Gedhe!!! 1600 x 1200…
Terakhir kali saya punya workstation ber-resolusi seperti ini adalah desktop di rumah yang pake monitor Phillips 21 inch…
Hmmm jadi inget gotongan monitor ini ama Yulian…
Anyway… Sekarang resolusi segedhe itu bisa saya lipat dan dibawa2…
Sama seperti desktop terdahulu notebook ini juga memiliki memory VGA sebesar 128… bedanya IBM T42p saya menggunakan VGA ATI MOBILITY FIRE GL T2/T2e… Terus terang semua peripheral dikenali out of the box oleh Hardy Heron… hanya saja instalasi driver ATI perlu sedikit perhatian… untuk itu saya menginstall driver proprietary Catalyst 8.7 dari situs ATI… Instalasi tinggal mengikuti howto berikut :
Setelah itu saya mulai bingung mencari “Super Key” yang biasa saya pakai untuk Expo… lha! nggak ada… yo wis… saya ganti dengan tombol “Crtl + Alt” berbarengan…
Okay… now this baby is ready for work… giliran coba2… Sekar, my baby girl, minta papanya liatin balloon… ya… udah deh… pasang wallpaper Balloon…
Terakhir kali saya gunakan KDE adalah waktu saya install Kubuntu Hoary Hedgehog di Desktop AMD64 saya…
Pagi ini saya kembali mencoba KDE… sebelumnya saya telah memirror repo KDE4.1 yang berada di launchpad ke lokal mirror di kantor… untuk mempercepat instalasi Kubuntu di Hardy Heron… kebetulan sama HH nya dengan Kubuntu saya terdahulu… Pertama di Lenovo saya…
Kemudian saya coba install di Desktop
Terus terang cantik banget teman lama satu ini… tapi saya koq lama-lama bingung ya pakenya… butuh waktu nih untuk membiasakan diri… balik lagi ke teman baru dulu…
Pagi ini saya datang ke acaranya M$ Indonesia tentang Software Asset Management dan Piagam HKI…
Piagam HKI ini dapat dikeluarkan oleh BSA kepada sebuah entitas yang sebelumnya telah di audit oleh Konsultan Independent, di Indonesia ada 2. Dimana konsultan tersebut akan melakukan pencocokan antara detail pembelian software dengan hasil scan mereka… ya.. ya… ya… ada NDA segala agar perusahaan merasa aman… Nah hasil audit ini akan menjadi dasar dari BSA memberikan piagam yang menyatakan perusahaan tersebut menggunakan software secara legal… Tentunya software yang dimaksud adalah software yang merupakan produk anggota BSA…
Pikir2… lama2 gawat nih… bisa2 nanti sebuah tender mempersyaratkan harus memiliki Piagam HKI… layaknya sertipikat ISO dll…
Kepikir juga apa jadinya kalo sebuah entitas menggunakan environment yang 100% FOSS tidak bisa dong dapetin piagam ini dong… lha wong vendor aplikasinya tidak ada yang anggota BSA… padahal environment kerja mereka justru sangat menjunjung tinggi HKI… ya… mungkin bisa diakalin dengan membeli satu buah laptop preinstalled OS M$ secara OEM… tapi tentunya tidak boleh ilang bon pembeliannya…
Ada konsep yang menarik… yaitu pemberian penghargaan kepada sebuah entitas yang menghargai HKI… kenapa dunia FOSS tidak melakukan hal ini juga?
Rame banget review tentang aplikasi ini…
Gue jadi nggak nahan pengen nyoba… Kebetulan CEO juga ngebaca beberapa reviewnya dan sudah minta tim saya untuk deploy Zdesktop ke semua staff (262 user bok!)
sedikit catatan Zdesktop:
1. under linux aplikasi ini harus diinstall sebagai user biasa
2. fitur briefcase under linux hanya bisa browse isi briefcase yang diupload dari versi linux dan kalo di modif/pindahkan oleh versi web masih bisa di browse masih kelihatan… versi M$nya oke
3. kalo pake theme Yahoo! nggak bisa liat quota/sisa storage mailbox
4. app ini berbasis java… kayaknya harus dicoba dulu performance-nya di PC jadul…
update : ada error message di versi linux…
Product name: Zimbra Desktop
Product version: 0.90
Build ID: 1251
Release type: BETA
OS Platform: Linux i386 2.6.24-19-generic
Time of event: 2008-08-06 14:17:47
Error type: service.FAILURE
Error summary: push item failed
Failure details:
—————————————————————————-
com.zimbra.common.service.ServiceException: system failure: invalid item id when renumbering (1073741828 => 0)
ExceptionId:sync-timer-wisudanto@xxxx.co.id:1218007067778:7b9697e079a29a75
Code:service.FAILURE
at com.zimbra.common.service.ServiceException.FAILURE(ServiceException.java:253)
at com.zimbra.cs.mailbox.OfflineMailbox.renumberItem(OfflineMailbox.java:281)
at com.zimbra.cs.mailbox.PushChanges.syncDocument(PushChanges.java:942)
at com.zimbra.cs.mailbox.PushChanges.sync(PushChanges.java:279)
at com.zimbra.cs.mailbox.PushChanges.sync(PushChanges.java:173)
at com.zimbra.cs.mailbox.MailboxSync.sync(MailboxSync.java:185)
at com.zimbra.cs.mailbox.OfflineMailbox.sync(OfflineMailbox.java:115)
at com.zimbra.cs.mailbox.OfflineMailbox.syncOnTimer(OfflineMailbox.java:96)
at com.zimbra.cs.mailbox.DesktopMailbox$1.run(DesktopMailbox.java:117)
at java.util.TimerThread.mainLoop(Unknown Source)
at java.util.TimerThread.run(Unknown Source)
In the past I have been struggling with presentations on my Ubuntu powered Lenovo Y400, this machine uses an nVidia graphic adapter
OpenGL renderer string: GeForce Go 7300/PCI/SSE2
Whenever I plug the projector in… I have to restart my X-Server via Crtl+Alt+Backspace… It also gives me an aching neck where the screen only shows up on the LCD Projector… honestly sometimes i have type while my face tries to look at a screen behind me…
Thats if I’m lucky… sometimes I have to even reboot my machine… all this is simply because the Screen Resolution settings do not work…
That was then… now after fiddling around the nvidia-settings… Dual Screens and Presentations have never been better… I simply call the nvidia-settings via the menu
no need to run the application as super user… one will be greeted with the following options
choosing the X Server Display Configuration will give us a GUI to enable the newly attached device…
We can choose to enable the second screen by clicking configure… and selecting the TwinView radio button..
Then we set the desired resolution for the second screen… and click Apply… Viola! the screen will be stretched across both screens…
Of course this setup would be great if one were to have lots of windows to look at… like Web Development for example… 3D modeling or maybe an admin staring at log files… but in case of presentations… its a bit of a bother… Therefore I choose to setup the output as Clones
and now I have my machine and LCD Projector ready for an important presentation in front of my client…
of course… the next great thing is… I always have Compiz enabled during any Presentation xixixixi
Banyak sekali email yang saya terima baik dari teman, rekan sekantor, maupun saudara yang rata-rata panik mendengar adanya sweeping software bajakan di bandara Sukarno-Hatta… Dan sepertinya isu tersebut hanyalah Hoax, yang berhasil membuat banyak orang panik…
Saya justru melihat… kenapa koq malah banyak orang yang tidak panik dengan fatwa MUI tentang PERLINDUNGAN HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL (HKI) ?
Majelis Ulama Indonesia (MUI), dalam Musyawarah Nasional VII MUI, pada 19-22 Jumadil Akhir 1426H. / 26-29 Juli 2005M., setelah
MENIMBANG :
1. Bahwa dewasa ini pelanggaran terhadap Hak Kekayaan Intelektual (HKI) telah sampai pada tingkat sangat meresahkan, merugikan dan membahayakan banyak pihak, terutama pemegang hak, negara dan masyarakat;
2. Bahwa terhadap pelanggaran tersebut, Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP) telah mengajukan permohonan fatwa kepada MUI;
3. Bahwa oleh karena itu, MUI memandang perlu menetapkan fatwa tentang status hukum Islam mengenai HKI, untuk dijadikan pedoman bagi umat islam dan pihak-pihak yang memerlukannya.
Mengingat sebagian besar dari kita mencari nafkah dengan alat bantu komputer… yang seharusnya membuat kita panik adalah halal nya penghasilan kita…