Archive for the ‘Linux Desktop’ Category.

Mencicipi Asus EeePC

Mungkin agak basbang…. Tadi ketemu sama temen yang kebetulan baru beli EeePC dengan storage 2G… iseng saya bilang “Can I be alone with your laptop for 15 minutes?” :P … temen saya menyetujuinya… dan saya pun mulai ngeliat2 Laptop mungil ini…

Ternyata laptop satu ini benar2 mungil… OS dan applikasi yang terinstall benar2 berguna dan berfungsi dengan baik… interfacenya sangat memudahkan new user…

Saat saya coba Webcam-nya… eh nongol wajah saya… :P … sayang skype belum mendukung webcam…

Secara keseluruhan… saya koq kepengen Bagus pakai Laptop seperti ini… Acer TM260 di rumah kegedhean dan udah saatnya lengser… anyway… harus pandai2 merayu Mama Bagus nih biar diizinin beli… :P …. Sayang Anak… Sayang Anak!!! :D

Update : Eh… Ternyata Skype 2.0 Beta udah suppot Webcam under Linux…
http://arstechnica.com/journals/linux.ars/2007/11/12/ skype-2-0-beta-for-linux-adds-video-chat-works-with-built-in-webcam-on-asus-eee-pc
Makin kepingin nih…. :D

Deteksi kompatibiltas hardware dengan Hardy LiveCD

Iseng ngejalanin Hardy Heron Beta di VirtualBox… saat running di LiveCD, saya melihat adanya aplikasi Hardware Testing… di bawah menu Systems Tools

aplikasi ini akan membantu kita mengetahui kompatibilitas hardware dengan Hardy Heron… aplikasi ini akan melakukan serangkaian tes terhadap hardware dan bertanya kembali kepada kita apakah kita mendengar sesuatu, untuk Audio, meminta kita mengamati resolusi tampilan dan adanya error pada pengetesan display… Selanjutnya Hardware Testing akan melakukan tes2 terhadap Network dan peripheral lain yang ada… Diakhir pengetesan, jika tersedia koneksi internet, kita bisa melaporkan hasil pengetesan tersebut melalui account launchpad kita…

Bayangkan… kita bisa datang ke toko/pameran komputer sambil membawa LiveCD Hardy… kita cukup minta ijin kepada mbak2 penjaga untuk menjalankan liveCD tersebut… setelah komputer tersebut telah di boot dengan liveCD kita bisa jalankan aplikasi Hardware Testing tersebut sehingga kita mengetahui dengan jelas apakah hardware yang bakal kita beli bisa running Ubuntu…

MS Office Live Workspace

Iseng2 nyoba akses ke live workspace nya MS dan…

Dasar!

Blocking Yahoo!Messenger

A simple policy within the company that caused many sleepless night… One day the CEO said…. “We shall not allow chatting”…. O boy… :( this is a bother… as much as i enjoy Yahoo!Messenger I have to comply….

To achieve this goal first I blocked all outgoing ports… then I had to hand pick some TCP and UDP ports allowed for default services… After that I had to create rules to and from branch offices connecting over VPN… Then I had SquidGuard, in my case URLFilter, screen the http port to disallow chat…

Looking at the logs… turns out that Yahoo Messenger is capable of communicating through the default services i allowed earlier… like a virus Yahoo!Messenger scans the network to identify opened ports and it was successfull with ports 20,21,23,25 and 443… is this legal?… anyway… I limit access of ports 20-25 only to my servers… but 443… Blocking it means no https… I thought SquidGuard could help me but… turns out that https or secure http cannot be proxied transparently…

From http://www.shorewall.net/Shorewall_Squid_Usage.html

…instructions for transparent proxying of HTTP. HTTPS (normally TCP port 443) cannot be proxied transparently (stop and think about it for a minute; if HTTPS could be transparently proxied, then how secure would it be?).

Temporary solution is to allow only a few people access to https… and bad users must live without webmail, web bank and online shopping…

Update : since IPCop can access port 443 and proxy is on 800, someone who manually enters the firewall as proxy can access https sites…

Rencana Pengundian Hadiah Survei

Dalam konteks Survei Ubuntu Indonesia 2007 yang saya lakukan… saya harus mempersiapkan solusi melakukan undian dengan jujur… dan jangan sampe ada KKN ;)

Sebagai awal saya mencoba aplikasi The Hat…. Pertama kali saya lihat aplikasi ini pada saat Road Show HP, waktu itu Michael Sunggiardi mengundi beberapa nama di layar projector…

The Hat

Aplikasi ini gratis dan berbasis windows…. beruntung bagi saya The Hat bisa berjalan baik dengan wine…

Rencananya saya akan mengimport file text token peserta survei kedalam aplikasi…. mulai mengacak… menghentikannya setelah 20 detik…. dan pemenang hadiah akan dibagikan sesuai urutan nama dari yang teratas hingga selesai….

Sebenarnya saya akan lebih senang jika ada solusi yang Opensource… ada yang bisa bantu?

Using Linux as a Workstation

Looking back it has been over 4 years since I first tried Linux as a Workstation… These screenshots have been collected since December 2003… they tell a story of migrating into Freedom…

Before 2003 I have been using Linux only as an Operating System for my Servers, but not so much as a Workstation… Jumping into Linux as a Workstation started with one foot where I had a Windows XP Laptop and exploring Linux as a Desktop I started with Mandrake Linux 9.2…

My workstation running a Gnome desktop on an Mdk 9.2 - 12 Dec 03 A little change of background - 18 Dec 03

Then the 2.6.x kernel came out and I decided to install Fedora Core 2 the Acer Veriton 3500… I also purchased crossover office and installed it on the FC 2

Upgraded my workstation to Fedora C2... first try at the 2.6.x kernel...

After a few months the poor old hard drive crashed… I thought it would be nice to try a paid version of Linux so I went and issued a Procurement Request to spend 1,2 million rups on SuSE Linux 9.1 from GudangLinux

My Acer Veriton 3500 crashed... might as well try out SuSE9.1...  Here is my new workstation (Athlon XP 2500 - 512 MB) Adobe Acrobat Reader 7 for linux

Meanwhile at home my 21 inched monitored machine single booted into Mandrake Linux… this machine was basically used for fun… Playing around with a non-legal version of Maya 4.5 :P and editing videos with kino and MainActor…

Wisu at-home 28March04 ScreenShot-Mercedes DTM 005
050110-@home 050108-03 Kino Capture 050110-kino-0.7.5

Not far behind the PII 350 BigWisu.com server running Slackware 10.0 also had a usable graphical environment…

This is what this server looks like... It runs Slackware 10.0... here I use Windomaker to make administration eye catching

Back at the office I had to let go of the laptop allocated to me and I thought I’d spoil my self with a brand new AMD64 machine… back then it was top of the line… May 2005 I went looking around for a distribution that had a download able AMD64 iso and came up with Ubuntu… being fond of KDE I chose to install Kubuntu instead… here my full jump into Linux as my main Workstation started with Hoary Hedgehog…

050720 ScreenShot 01

To help me work I synced Evolution with my Dell Axim X30

100 7229

Then it has been (K)Ubuntu Workstation all the way… Here in October 2006 my Toshiba M35 is running Ubuntu Dapper Drake with Beryl…

Screenshot

And finally in January 2007 my latest Machine Lenovo Y400… I still keep Windows XP HE on this machine however… only because of a stupid sticker on the back of the notebook…. :P

cctv Montage1

On Linux as Workstation I am just as productive only difference is… its all free… :D

Ubuntu Indonesia Survei 2007

Saat ini Ubuntu adalah distribusi linux favorit saya, distro ini telah menjadi sistem operasi utama notebook saya sejak tahun 2005 dan saya merasa cukup produktif bekerja di sistem operasi ini.

Sering terlintas dipikiran saya berapa banyak pengguna komputer di Indonesia yang juga menggunakan Ubuntu baik sebagai Workstation maupun untuk server. Berawal dari saran FeHa, saya berinisiatif untuk menyusun sebuah survei pengguna Ubuntu di Indonesia. Survei ini juga mendapat beberapa masukan berharga dari imtheface dan mas Harry Sufehmi.

Agar survei ini lebih hidup saya pikir sumbang beberapa hadiah akan membuatnya menarik…. Jadi…

Sebuah ADSL Modem Dlink seri DSL-520T bagi seorang responden yang beruntung, modem ini pernah saya pakai untuk testing selama 15 menit dan berfungsi dengan baik… setelah testing modem masuk kembali kedalam kotak… jadi boleh dibilang 99% baru…

DSL-520T

Flash Disk masing-masing 1 GB bagi 3 responden beruntung
Cruzer

Map eksklusif bagi 10 responden beruntung
Map BizNET

Untuk mengikuti survei ini anda harus mendaftar dengan nama dan alamat email kemudian anda bisa mengisi beberapa pertanyaan yang telah saya susun, silahkan kunjungi di url berikut untuk memulai survei:

http://www.bigwisu.com/survey/index.php?sid=35522&lang=id

Terus terang saya mengharapkan ada yang mau menyumbang ongkos kirim hadiah… berat juga euy diitung2… survei ini masih terbuka bagi rekan yang ingin menyumbangkan tambahan hadiah bagi responden yang beruntung…

Survei ini akan saya tutup tanggal 20 Januari 2008…

Have Fun :D

Update 22 Nov 2007 - 11:37 : Sumbangan Dedy “Milisdad” -> Kaos Ubuntu bagi 2 Responden beruntung
Update 22 Nov 2007 - 17:19 : Sumbangan pak Toosa -> Edubuntu-Pack : 1 bh Buku Edubuntu + 2 CD Edubuntu 7.10 (Server dan Add On)

Kandidat Rilis BlankOn2

BlankOn2 telah masuk tahap Kandidat Rilis dan semalam saya sempat mencobanya di VirtualBox. Sebelumnya pernah mencoba beberapa jahitan, tetapi ini kali pertama saya berhasil menginstal. Proses instalasinya seperti kebanyakan rilis Ubuntu yang menggunakan CD Installer alternate.

Saya ndak sempat ambil screenshot proses install karena sedang ada yang saya kerjakan bersamaan, maklum musti multi tasking :D… anyway berikut adalah screenshot BlankOn2 terinstall di VirtualBox

BlankOn

Home Video Editing di Linux

Aplikasi penyuntingan video di Linux yang saya sering pakai adalah mainactor nya mainconcept. Sayang sekali aplikasi ini proprietary dan tidak lagi di produksi oleh mainactor. Saya juga sempat mengisi petisi online agar komunitas bisa memperoleh source code aplikasi ini, namun sampai saat ini belum ada hasilnya.

Ada beberapa aplikasi serupa antara lain Cinelerra, Jahshaka dan Lives, tapi saya malah bingung dengan user interface dari masing2 aplikasi tersebut. Cinelerra yang dikatakan sudah mampu memberikan kualitas Broadcast justru sangat haus resource selain membingungkan. Beberapa hari yang lalu saya menemukan Kdenlive dan Pitivi. Keduanya merupakan aplikasi opensource dimana proses instalasi di Ubuntu cukup dengan perintah “apt-get install”.

Tujuan penyuntingan video yang biasa saya lakukan adalah home video untuk disimpan di HDD atau ditransfer ke VCD bahkan untuk di upload ke layanan seperti youtube.com atau layartancap.com. Perlu diingat jika semua hasil rekaman dipindah tanpa penyuntingan hasil akhirnya sangat membosankan, yang diperlukan sebenarnya hanya cuplikan2 yang menarik.

Dari pengalaman saya lebih mudah memindahkan hasil rekaman dari handycam miniDV yang dihubungkan dengan komputer Linux melalui antar muka Firewire, daripada harus memindahkan video dari kepingan DVD hasil DVD Camcorder.

Setup saya seperti berikut :

Workstation Setup

spesifikasi kernel, CPU dan RAM:

2.6.22-14-generic GNU/Linux
processor : 0 model name : AMD Athlon(tm) XP 2500+
MemTotal: 515840 kB

Langkah pertama adalah transfer RAW DV dari handycam ke PC, untuk itu saya gunakan Kino

wisu@biru:~$ sudo apt-get install kino dvgrab libraw1394-8

kemudian saya tambahkan username saya ke group disk

wisu@biru:~$ sudo adduser wisu disk

saya perlu Log-out dan Login ulang agar bisa aktif dalam group ini. Setelah itu saya siap mentransfer video ke PC Linux dengan kino

Kino

Tergantung dari jenis handycam anda dalam kasus saya tombol2 play ffwd dan rwnd dapat dikontrol dari kino, jika tidak bisa dikontrol dari kino maka anda perlu menekan tombol play di handycam untuk memaikan hasil rekaman. Saat hasil rekaman berjalan anda perlu menekan tombol merah (Capture) agar hasil rekaman dapat dicopy ke PC anda.

Hasil yang di capture oleh kino bisa di browse dari nautilus

Nautilus browse

karena saya memilih format RAW DV terdapat banyak file video beresolusi tinggi dengan extension .dv.

Langkah berikutnya adalah memasukkan gambar2 ke dalam aplikasi penyuntingan, disini aplikasi yang pertama kali saya coba adalah pitivi karena window manager saya gnome maka saya coba aplikasi ini terlebih dahulu.

wisu@biru:~$ sudo apt-get install pitivi

hasilnya :

Pitivi

Ternyata aplikasi ini terlalu sederhana, dimana hanya mampu menggabungkan beberapa video dalam satu timeline tanpa menyunting (terutama cut clip). Sekarang giliran saya mencoba kdenlive.

wisu@biru:~$ sudo apt-get install kdenlive

hasilnya :
kdenlive

Aplikasi ini jauh lebih bagus daripada pitivi, banyak fitur yang bagus dalam aplikasi ini. Saya bisa manfaatkan fasilitas multi track video dan audio, saya bisa cut clip dan mengaturnya dalam satu track atau beberapa track di dalam timeline, menambahkan audio dalam track audio. Ada fitur efek2 seperti transition fade dll, tetapi saya belum sempat mencoba masing2.

Selesai menyunting video hasilnya saya export ke format flv, sempat saya coba format mpeg tetapi rasio nya tidak proporsional. Proses export ini akan memakan resource yang cukup besar.

Hasil akhir saya upload ke youtube.com hingga hasilnya seperti berikut :

http://www.bigwisu.com/2007/11/03/gutsy-release-party-jakarta/

Update 1: Spinning Gutsy Beta

Update 1: 12 Oktober 2007
Saat printer Samsung ML-1610 saya sambungkan melalui port USB, secara otomatis muncul pesan bahwa sebuah printer telah ditambahkan dan siap digunakan untuk mencetak

saya mencoba menekan tombol configure dan muncul tampilan konfigurasi printer

Tampilan konfigurasi yang sangat berbeda dengan Feisty… dan benar saat tombol test printnya ditekan keluar Test Page Ubuntu

mantab… :D