Archive for the ‘Networking’ Category.

Blacklist SquidGuard yang Ampuh!

Setelah mencoba sana-sini beberapa konfigurasi addon URLFilter IPCop… ternyata saya menemukan Blacklist SquidGuard yang di maintain oleh www.shalla.de… dan ternyata blacklist ini sangat detail dan ampuh untuk memanage user-user bandel seperti yang ada di network saya…

Sebelum mengimplementasikan list ini ke dalam URLFilter, saya putuskan upgrade terlebih dahulu addon URLFilter tersebut… dan ternyata setelah saya reload admin GUI IPCop… ternyata URLFilter versi terbaru sudah mengikut sertakan shalla’s list ini kedalam settingnya… dan saya tinggal memilih Shalla Secure Services sebagai default update dari blacklist URLFilter… dan hasilnya seperti tampilan berikut

Shalla Secure Services

Sekarang saya tinggal klak… klik… dan klik… sesuai kategori yang begitu detail… :D

Lisensi dari list ini adalah free tetapi jika digunakan di lingkungan commercial seperti saya… penggunaan oleh user internal di anggap sebagai commercial use… saya harus register secara gratis dengan mengirim email ke info at shalla dot de… yah… tinggal kita tunggu reply dari pengelola list ini… :D

Network Enterprise Instan dengan IPCop

Tulisan ini sebagai gambaran, sebuah setup yang sangat mudah untuk membuat WAN dengan IPCop.

Sebelum memulai membangun sebuah Network kita harus memetakan network tersebut terlebih dahulu, berikut contoh diagram network yang saya gunakan

OpenVPN Diagram

Dari diagram tersebut, kita bisa melihat rencana network/subnet masing-masing kantor cabang dan TCP Port yang digunakan untuk koneksi OpenVPN. Perlu diingat satu port hanya bisa digunakan untuk satu koneksi Net-to-Net.

Teknologi OpenVPN ini saya pilih karen sangat fleksibel, dikantor Pekanbaru saya gunakan speedy dengan firewall berada dibelakang NAT modem ADSL… kemudian di Medan saya malah tidak mendapatkan IP Public dari ISP www.citilink.info… jika kita mau implementasi VPN dengan ipsec jelas tidak mungkin dilakukan…

Dikantor utama saya menggunakan sebuah Firewall IPCop 1.4.10, PC Pentium 3 ini memiliki RAM 512 dengan 3 buah NIC (Network Interface Card), dari diagram diatas satu untuk LAN (GREEN), satu untuk Wireless link ke kantor cabang di Jakarta (BLUE) dan satu lagi untuk koneksi Internet (RED) melalui ISP yang memberikan layanan melalui jaringan Fiber Optic. Sebenarnya ada rencana meng-upgrade PC namun itu dengan pertimbangan commercial bukannya performance.

Di masing-masing cabang saya percayakan OpenVPN endpoint pada PC Pentium 2 atau Pentium 3, dengan modifikasi utama yaitu adanya dua buah NIC masing-masing untuk RED dan Green serta mengganti HDD dengan sebuah CF Card… biasanya kapasitas yang saya gunakan berkisar antara 2-4 GB… contoh router/firewall yang sudah dirakit adalah sbb:

Router

Satu hal yang perlu diingat, adalah pasokan listrik… sering kali listrik di kantor cabang padam secara mendadak… baik berasal dari gangguan PLN maupun dari adanya kelebihan beban…

Langkah utama yang perlu dilakukan di setiap instalasi IPCop baik di kantor utama maupun di kantor cabang adalah penambahan addon zerina, bisa di unduh dari www.zerina.de… di awal-awal pengembangannya addon ini, saat saya deploy kantor medan, developer-nya cukup baik hati untuk mendengarkan keluhan saya dan memperbaiki beberapa fitur… sekarang addon ini sudah sangat matang dan telah banyak digunakan…

Setelah menginstall zerina kita harus generate sertifikat, setelah itu opsi Net-to-Net baru akan muncul… di head office kita persiapkan konfigurasi masing-masing kantor sesuai dengan gambar diagram di atas… dan saat deployment ke daerah… kita tinggal me-load konfigurasi yang kita bawa pakai flash disk ke web GUI IPCop kantor cabang…

Monitoring koneksi OpenVPN juga mudah… semua dilakukan dengan GUI

N2N Control

Yummy… Kambing

Agar hemat bandwidth internasional, ada trik sederhana menggunakan repository CentOS di kambing.ui.edu

berikut isi /etc/yum.repos.d/CentOS-Base.repo salah satu server saya….

[base]
name=CentOS-$releasever - Base
#mirrorlist=http://mirrorlist.centos.org/?release=$releasever&arch=$basearch&repo=os
baseurl=http://kambing.ui.edu/centos/$releasever/os/$basearch/
gpgcheck=1
gpgkey=http://mirror.centos.org/centos/RPM-GPG-KEY-CentOS-5

#released updates
[updates]
name=CentOS-$releasever - Updates
#mirrorlist=http://mirrorlist.centos.org/?release=$releasever&arch=$basearch&repo=updates
baseurl=http://kambing.ui.edu/centos/$releasever/updates/$basearch/
gpgcheck=1
gpgkey=http://mirror.centos.org/centos/RPM-GPG-KEY-CentOS-5

#packages used/produced in the build but not released
[addons]
name=CentOS-$releasever - Addons
#mirrorlist=http://mirrorlist.centos.org/?release=$releasever&arch=$basearch&repo=addons
baseurl=http://kambing.ui.edu/centos/$releasever/addons/$basearch/
gpgcheck=1
gpgkey=http://mirror.centos.org/centos/RPM-GPG-KEY-CentOS-5

#additional packages that may be useful
[extras]
name=CentOS-$releasever - Extras
#mirrorlist=http://mirrorlist.centos.org/?release=$releasever&arch=$basearch&repo=extras
baseurl=http://kambing.ui.edu/centos/$releasever/extras/$basearch/
gpgcheck=1
gpgkey=http://mirror.centos.org/centos/RPM-GPG-KEY-CentOS-5

dengan demikian saat anda lakukan

yum install NAMAPAKET

otomatis proses instalasi akan menggunakan link IIX

Adu Domba… eh Kambing…

Seiring di rilisnya Gutsy, saya mencoba membandingkan speed 2 Repo di Indonesia… masing2 kambing.ui.edu dan foss-id.web.id… setup adu kambing…

  • masing2 penyedot dari network speedy (unlimited)
  • metode sedot menggunakan wget
  • perbedaan waktu awal proses diantara keduanya sekitar 3 detik
  • waktu pelaksanaan diluar jam kantor

  • Setelah beberapa jam sedot… hasilnya

    IP 222.124.56.1XX
    yang sedang mengunduh dari foss-id.web.id
    progress 34%, speed 39,86 KBps, sisa waktu 3 jam 16 menit

    Foss-id.web.id

    IP 125.161.168.1XX
    yang sedang mengunduh dari kambing.ui.edu
    progress 34%, speed 40,06 KBps, sisa waktu 3 jam 14 menit

    kambing.ui.edu

    kesimpulan gue kayaknya seri deh… perbedaan yang tipis banget dan bisa diabaikan…
    jadi apapun pilihannya speednya oke juga :D

    Foto2 Jalan2 ke Pekanbaru

    Oleh2 dari jalan2 ke Pekanbaru… senang banget ada pekerjaan dimana saya bisa mengajak Bagus, Mamanya dan Sekar jalan ke Pekanbaru sekalian ketemu sama keluarga besar di sana…

    Sekalian nambah Network OpenVPN menggunakan speedy… sekalian jalan2… Menyenangkan…

    :D

    HPIM0652 HPIM0696

    Silahkan klik salah satu foto untuk mengakses gallery

    OpenVPN on Windows Mobile 5

    Horay… akhirnya ada juga client OpenVPN untuk Windows Mobile dan PocketPC
    Sekarang saya bisa link HP6965 saya dengan Green Network IPCOP saya di kantor… :D

    Untuk setup server bisa refer ke

    http://thinkhole.org/wp/2006/03/28/ipcop-openvpn-howto/
    http://www.bigwisu.com/?p=14

    sementara setup client download, install dan configure paket dari

    http://ovpnppc.ziggurat29.com/ovpnppc-main.htm

    capture10

    2003term

    snmpd di Debian Etch

    Sudah merupakan hal yang umum untuk memonitor server dengan snmpd… dan ternyata di Debian Etch snmpd di bind ke localhost…

    # netstat -l | grep snmp
    udp 0 0 localhost:snmp *:*

    agar bisa dilakukan monitoring dari system yang berbeda anda perlu mengedit file /etc/default/snmpd dengan menghapus 127.0.0.1 (apabila ada mau sedikit paranoid anda bisa coba ganti dengan local network anda), save, restart snmpd dan periksa hasilnya

    #/etc/init.d/snmpd restart
    #netstat -l | grep snmp
    udp 0 0 *:snmp *:*

    kemudian lakukan monitoring dengan applikasi favorite anda

    zenoss

    NXServer Etch AMD64

    link yang menarik tentang bagaimana mensetup NXServer pada Debian Etch berarsitektur AMD64

    external link

    nxclient

    Salatiga

    In the past i’ve only passed this town driving to Malang from Jakarta… This town that is famous for the UKSW university… on this trip I took a Garuda flight to Semarang and headed off to Salatiga by taxi…

    Route 2 Salatiga 1

    I am here for 3 days and 2 nights in a task which includes expanding my OpenVPN network to a New Project Office we have out here…

    I’m staying over at Le Beringin Hotel

    Leberingin Salatiga

    The nice thing about this hotel is that it has free wifi, provided by Indonet Salatiga, only it seems as if IIX and International links are dropped off frequently…

    My observation suggests that the Wireless links over the 2,4GHz frequency is very dense and either tends to interfere with one another or someone is pushing a booster over there link…

    SpeedUp3G CDMA USB Modem di Ubuntu Linux

    Namanya rejekinya datangnya tanpa diduga-duga…
    Ada temen nemu usb device dengan slot RUIM… setelah bertanya sama Oom google ternyata device tersebut adalah Modem CDMA SpeedUp3G…

    http://www.mlwtelecom.com/product.php?productID=120

    Sekarang bermodalkan modem nemu dan kartu perdana Fren Prabayar seharga Rp. 15.000,- saya berharap bisa Internetan :D

    Setelah modem dicolokin saya check apakah devicenya dikenal dari perintah dmesg ternyata ada output

    [ 87.876000] drivers/usb/class/cdc-acm.c: v0.25:USB Abstract Control Model driver for USB modems and ISDN adapters

    Kemudian saya lakukan konfigurasi awal wvdial

    wisu@is00193:~$ sudo wvdialconf
    Password:
    Editing `/etc/wvdial.conf’.

    Scanning your serial ports for a modem.

    ttyS0<*1>: ATQ0 V1 E1 — failed with 2400 baud, next try: 9600 baud
    ttyS0<*1>: ATQ0 V1 E1 — failed with 9600 baud, next try: 115200 baud
    ttyS0<*1>: ATQ0 V1 E1 — and failed too at 115200, giving up.
    ttyS1<*1>: ATQ0 V1 E1 — failed with 2400 baud, next try: 9600 baud
    ttyS1<*1>: ATQ0 V1 E1 — failed with 9600 baud, next try: 115200 baud
    ttyS1<*1>: ATQ0 V1 E1 — and failed too at 115200, giving up.
    Modem Port Scan<*1>: S2 S3
    WvModem<*1>: Cannot get information for serial port.
    ttyACM0<*1>: ATQ0 V1 E1 — OK
    ttyACM0<*1>: ATQ0 V1 E1 Z — OK
    ttyACM0<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 — OK
    ttyACM0<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 — OK
    ttyACM0<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 — OK
    ttyACM0<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0 — OK
    ttyACM0<*1>: Modem Identifier: ATI — ERROR
    ttyACM0<*1>: Speed 4800: AT — OK
    ttyACM0<*1>: Speed 9600: AT — OK
    ttyACM0<*1>: Speed 19200: AT — OK
    ttyACM0<*1>: Speed 38400: AT — OK
    ttyACM0<*1>: Speed 57600: AT — OK
    ttyACM0<*1>: Speed 115200: AT — OK
    ttyACM0<*1>: Speed 230400: AT — OK
    ttyACM0<*1>: Speed 460800: AT — OK
    ttyACM0<*1>: Max speed is 460800; that should be safe.
    ttyACM0<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0 — OK

    Found an USB modem on /dev/ttyACM0.
    Modem configuration written to /etc/wvdial.conf.
    ttyACM0: Speed 460800; init “ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0″

    Kemudian saya tambahkan entry di /etc/ppp/pap-secrets dan /etc/ppp/chap-secrets masing2

    username * password *

    diantara kata2 tsb berupa tab bukannya spasi

    Setelah itu saya edit file /etc/wvdial.conf untuk memasukkan setting2 spesifik Mobile-8 sebagai berikut

    [Dialer m8]
    Init1 = ATZ
    Init2 = ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
    Modem Type = USB Modem
    Baud = 460800
    New PPPD = yes
    Modem = /dev/ttyACM0
    ISDN = 0
    Modem Name = CDMA
    Modem Type = USB Modem
    Phone = #777
    Password = m8
    Username = m8

    Sekarang waktunya mencoba

    wisu@is00193:~$ sudo wvdial m8

    Yes!!! akhirnya terkoneksi dengan local IP address 10.128.48.179

    Saat saya coba browse www.detik.com… koq… tampilan yang ada permintaan untuk menghubungi Customer Care Mobile-8 :(

    Mobile-8

    Ok… secara teknis… cara tersebut berhasil… tapi nyebelin deh… kayaknya anda musti pake Fren Pascabayar ato Maxsurf ato apaan namanya untuk bisa Internetan… ternyata sim card tersebut harus didaftarkan ke 444 terlebih dahulu….

    Tapi… kayaknya… mendingan gw pake Wifi ato 3,5G… ada yang nemu lagi nggak ya… :D